Senin, 22 Januari 2018

KLASIFIKASI MODEL PEMBELAJARAN MENURUT BRUCE JOYCE DAN MARSHA WEIL

(STRATEGI & ASESMENT PEMBELAJARAN)
Disusun oleh :
Raka (292016077)
RS16C
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

KLASIFIKASI MODEL PEMBELAJARAN MENURUT BRUCE JOYCE DAN MARSHA WEIL
 Model adalah sebagai barang atau benda replika/tiruan dari benda sungguhan, seperti replika bumi yang disebut globe dan lainnya. Model memiliki arti khusus, yakni sebagai kerangka atau suatu hubungan antar konsep-konsep yang digunakan dalam suatu kegiatan.
Oleh karena itu, joyce dan weil (1986) mendefinisikan model pembelajaran adalah “kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengoorganisasikan pengalaman belajar  tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran.
Bruce joyce dan marsha weil mengklasifikasikan model pembelajaran kedalam 5 rumpun model, yaitu :
1.       Rumpun model pengolahan informasi (The information processing models),
2.       Rumpun model  personal (Personal models),
3.       Rumpun model interaksi social (Social models), dan
4.       Rumpun model sistem perilaku (Behavioral system).
A.      Rumpun model pengolahan informasi (The information processing models)
Model pembelajaran menekankan pada peserta didik untuk memilih keahliannya untuk memproses sebuah informasi sehingga setelah peserta didik berhasil dalam proses belajar, peserta didik mampu mempunyai keahlian dalam memproses informasi tersebut.
Terdapat 7 model pembelajaran dalam rumpun ini, yaitu :
1). Pencapaian konsep (concept attainment),
2). Berpikir induktif (inductive thinking),
3). Latihan penelitian (inquiry training),
4). Pemandu awal (advance organizer),
5). Memorisasi (memorization),
6). Pengembangan intelek (developing intellect), dan
7). Penelitian ilmiah (scientific inquiry).
B.  Rumpun model personal (Personal models)
Model pembelajaran berpusat pada pandangan diri seseorang dan berupaya untuk dapat meningkatkan kemandirian supaya manusia dapat sadar diri serta bertanggung jawab atas tujuan yang dimilikinya.
Terdapat 4 Model dalam rumpun ini, yaitu :
1). Pengajaran tanpa arahan (non-directive teaching),
2). Model sinektik (synectics models),
3). Latihan kesadaran (awareness training), dan
4). Pertemuan kelas (classroom meeting).
C. Rumpun model interaksi sosial (social models)
Model pembelajaran menitik bertakan dalam penggunaan pada pengembangan dalam kerjasama antar siswa. Terdapat 5 model pembelajaran dalam rumpun ini, yaitu:
1). Investigasi kelompok (group investigation),
2). Bermain peran (role playing),
3). Penelitian yurisprudensial (jurisprudential uinquiry),
4). Laporan penelitian (laboratory training), dan
5). Penelitian ilmu sosial.
D.  Rumpun model sistem perilaku (Behavioral system)
Model pembelajaran berpusat pada perilaku, metode, dan tugas yang diberikan guna untuk mengkomunikasikan keberhasilan.
Terdapat 5 model pembelajaran dalam rumpun ini, yaitu:
1). Belajar tuntas (mastery learning),
2). Pembelajaran langsung (direct instructions),
3). Belajar menahan diri (learning self control),
4). Latihan pengembangan keterampilan dan konsep (Training for skill and concept development),
5). Latihan assertif (assertive training).
E. Rumpun model Development, Adaptation, and Instructional design model
    rumpun terbaru ini terdapat 3 model pembelajaran, yaitu:


  1. Conceptual systems theory
  2. Cognitive development
  3. Conditions of learning

Dari ke-lima rumpun diatas , joyce dan weil (1986) mengemukakan unsur-unsur dalam model pembelajaran, yaitu :
·         Sintaks (Syntax) merupakan langkah atau tahapan yang menunjukkan fase yang guru lakukan saat mengunakan model pembelajaran tertentu.
·         Prinsip reaksi (Principles of reaction) merupakan suatu penggambaran  cara bagaimana seharusnya melihat dan memperlakukan para siswa, serta bagaimana cara guru dalam member umpan balik terhadap siswa.
·         Sistem sosial (The social system) pola hubungan siswa dan guru dalam proses pembelajaran.
·         Sistem pendukung (Support system) semua sarana prasarana (alat, bahan, dan sebagainya) guna untuk keperluan dalam menunjang pembelajaran supayadapat berjalan optimal.
·         Dampak instruksional (Instructional effect) dan Dampak pengiring (Nurturant effect)
Dampak instruksional merupakan hasil pencapaian dalam pembelajaran, sedangkan dampak pengiring merupakan hasil pencapaian (sampingan) kerena menggunakan model pembelajaran tertentu.
Jadi, pada dasarnya klasifikasi model pembelajaran diatas merupakan cara dalam dunia pendidikan mengelompokkan suatu pembelajaran kedalam masing-masing model belajar.
Model pembelajaran yang telah diklasifikasi kedalam tiap kelompok memiliki fungsi dan tujuannya masing-masing , dalam hal ini bruce joyce dan marsha weil merumpunkan model pembelajaran, yakni model pengolahan informasi, model personal, model interaksi sosial dan model perilaku.
Teori-teori model belajar yang telah dijelaskan diatas sangat berguna bagi dunia pendidikan, dan kebaikan yang bergantung pada tujuan model pembelajaran itu sendiri demi mendorong kualitas pembelajaran dan pendidikan yang lebih baik.
Daftar pustaka

  • ·     Moedjiono dan Moh. Dimyati (1991/1992). Strategi pembelajaran, Jakarta : proyek pembinaan tenaga kependidikan, Dirjen Dikti Depdikbud
  •      ·Mulyani Sumantri dan Johar Permana (1998/1999). Strategi Belajar-Mengajar, Jakarta : Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Dirjen Dikti Depdikbud
  • ·    Gagne, Robert M (1986), The Condition of Learning, New York, Chicago, San Francisco, Philadelphia, Montreaal, Toronto. : Holt-Rinnehart and Winston
  • ·    Joyce, Bruce & Marsha Weil (1986). Model of Teaching, New Yersey : Prentice Hall Inc.
  • ·    T. Raka Joni (19984). Strategi Belajar-Mengajar, Suatu tinjauanpengantar, Jakarta : P2LPTK Depdikbud
Models of Teaching by Joyce & Weill (English Version)
-- download -
Terima kasih telah berkunjung

1 komentar: