NINA
DAN RUMAH TANGGANYA
CERPEN
(Konsep
Dasar Bahasa & Sastra Indonesia)
Dosen Pengampu: Dr. Henny Dewi
K., M.Pd
Raka
Afada Maarif
NIM
: 292016077
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA
2017
NINA
DAN RUMAH TANGGANYA
Pagi
itu terasa sangat berbeda dari biasanya, memang pagi itu adalah hari dimana Nina telah semakin
beranjak dewasa. Dia adalah seorang
gadis berparas cantik bermata lentik dan memiliki kulit kuning keemasan bak
putri keraton, dia juga yang sangat penurut kepada orang tuanya dan ia sadar betul
bahwa kebahagiannya adalah menjadi kebahagian orang tuanya, karena itu, dia tidak ingin mengecewakan
kedua orang tuanya. Baginya kebahagiaan orang tuanya lah yang terpenting.
Setelah
ia menyelesaikan jenjang SMP-nya, Nina sangat tertarik untuk melanjutkan ke SMA
favorit yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Karena menurutnya sekolah itu
sangat keren dan banyak siswa yang pintar serta berprestasi disekolahan
tersebut, menurutnya juga siswa yang setelah lulus dari SMA itu memiliki banyak
peluang kerja. Oleh karena itu, Ninapun memutuskan untuk bersekolah disana.
Hari
hari berganti dan tidak terasa sudah 1 tahun ia menjalani masa SMA-nya. Setiap
nina pulang, ia selalu menunggu bis di halte depan sekolahannya, ternyata dia telah diperhatikan
oleh seseorang selama ini dan usianya 5 tahun jauh lebih tua darinya. Orang itu
selalu memperhatikan Nina saat ia menunggu bis dihalte, pada hari itu Nina
merasa sedih karena bis yang selalu mengantarnya pulang tidak datang, lalu
sesosok pria muncul tak jauh dari tempatnya menunggu bis dihalte, pria itu
adalah orang yang selalu memperhatikan nina, dia pun mencoba untuk menenangkan
nina dan mengantarkannya pulang karena tempatnya tinggal juga satu arah dan tak
jauh dari tempat Nina tinggal, saat pertama ia mengajak Nina untuk pulang
bersama Nina menolak dengan alasan dia baru mengenalnya, akan tetapi hari
semakin gelap dan tak ada satupun bis maupun angkot yang searah dengan rumah
tinggalnya, oleh karena itu Nina pun mau dengan ajakan pria tersebut, lalu
disaat perjalanan pulang pria itu sempat mengobrol dengan Nina dan meraka juga
berkenalan, pria itu bernama Tony
dia adalah salah satu pegawai di sebuah kantor didekat sekolah Nina, dia juga
searah dengan rumah Nina karena ia tinggal dikontrakan yang satu arah
dengannya. Setelah hari itu Nina dan Tony mulai berhubungan dan setiap Nina
pulang Tony selalu mengantarnya, setiap jam istirahat Tony selalu menyempatkan
waktu untuk menemui Nina dan melihatnya sedang gelisah.
“Nin..
ada apa kenapa kau murung sekali hari ini?” Tanya tony seraya memanggil Nina
didepan gerbang sekolah.
Nina
pun kaget dan menengok kearah suara yang memanggilnya itu dan ia menjawab “Oh
mas tony... ini mas tadi pagi ibu pergi, ibu tidak beri aku uang jajan, aku
sangat lapar karena semalam ku tidak sempat makan.”
“Yaudah
kalo gitu Nin, yuk sekalian makan diwarung sama aku.” Kata Tony.
“Iya
kak makasih, tapi nggak enak ntar malah ngrepotin mas tony.” Tutur Nina sambil
menundukkan kepalanya.
“Tidak
apa apa Nin, ku ikhlas kok bantu kamu... mari kita makan ke warung.” Jawab Tony
sambil mengajak Nina makan.
Setelah
itu Ninapun mau dengan ajakan Tony dan mereka pun pergi ke warung didepan
sekolahannya tersebut. Nina senang karena ada orang yang selalu membantunya. Setelah
itu Nina pun sadar kalau Tony
memiliki perasaan padanya. Setiap saat mereka
bersama dan Tony pun semakin
menyukai Nina. Mereka memutuskan untuk menjalin hubungan dan mengenalkan kepada
masing masing orang tua mereka.
Haripun
berganti dan tidak terasa Nina telah naik ke kelas 2, sementara itu Tony akan pulang ke
tempat halamannya karena masa kontrakannya telah habis dan dia ditugaskan untuk
bekerja ditempat tinggalnya itu, Nina pun sangat sedih mendengar hal itu karena
dia tidak dapat bertemu dengan Tony lagi. Takut akan sesuatu terjadi kepada Nina, orang tuanya pun
memutuskan untuk menjodohkan mereka berdua karena ada satu kecocokan dengan
keluarga. Saat kelas 2 itulah mereka bertunangan, setelah bertunangan 1 tahun
lamanya, Tony kembali karena tugas yang diberikan telah selesai, Nina pun
bertemu kembali dengan Tony namun mereka
belum menikah karena masih belum ada kecocokan diantara mereka
dan saat itu Nina telah menyelesaikan
jenjang pendidikannya diSMA, nina pun memutuskan untuk
melanjutkan bekerja untuk membantu orang tuanya, dia bekerja disebuah restaurant
ternama didekat tempatnya tinggal
sebagai seorang pelayan, karena hubungan dirinya dengan Tony
hanya sebatas tunangan saja dan sampai saat itu mereka belum menikah, Nina pun
mulai tertarik dengan laki-laki lain yang mana dia adalah teman sekerja Nina direstaurant
itu, dia adalah Varo seorang pelayan
restaurant yang kurang malas dalam bekerja.
Ditempatnya kerjanya ia dikenal sebagai
seorang pemuda yang kurang baik,
namun hal tersebut tidak membuat Nina berhenti untuk tertarik dengannya. Karena
hal demikian nina pun memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Tony dan
meninggalkannya karena dia lebih tertarik dengan Varo, karena
Varo memiliki kepribadian yang kurang baik hal
itu berdampak pada kepribadian nina, Ia pun ikut
menjadi anak yang kurang baik pula, dia menjadi anak yang sering memberontak
kepada orang tuanya. Karena hal itulah orang tuanya menentang keras hubungan antara Nina
dan Varo, karena orang tua nina menganggap Varo yang menjadi penyebab anaknya
berkepribadian kurang baik dan suka memberontak, akan tetapi Nina bersikeras untuk
tetap berhubungan dengan Varo dan
memaksa agar orang tuanya segera menikahkannya.
“Buk,
aku ingin nikah sama bang Varo!” kata Nina dengan nada keras.
Tetapi orang tuanya enggan untuk menyetujui permintaan
anaknya itu.
“Apa
katamu nak?, ibumu ini tidak akan pernah setuju kamu menikah dengan si Varo
itu.” Jawab ibunya.
Karena Nina telah termakan akan cinta dan dibutakan
karena cinta pula, maka Nina pun memutuskan untuk
menikah dengan varo walaupun orang tuanya tidak menyetujui dan merestuinya.
Setelah 1 tahun mereka menikah, Nina mengalami kehidupan
seperti neraka karena Varo memiliki kepribadian keras, egois, pencemburu dan
tidak baik terhadap orang tua Nina serta orang tuanya dilarang keras untuk
menemui Nina, saat itu Nina telah memiliki 2 orang anak. Selama 13 tahun
menikah, Varo
mulai tertarik dengan perempuan lain dan sering membawa perempuan itu kedalam
rumahnya, Varo pun tidak segan untuk mengajak perempuan tersebut ke rumahnya
saat nina dan anaknya ada di dalam rumah.
Oleh karena itu Nina memutuskan untuk meminta Varo
agar dia memutuskan hubungannya dengan perempuan tersebut namun Varo memilih tetap
menjalin hubungan dengan perempuan itu dan ingin menikahinya juga. Karena tidak
mau dimadu dan membuat tumbuh kembang serta psikis anaknya terpengaruh hal negatif seperti ayahnya maka
nina membuat satu pilihan kepada suaminya itu, dia meminta bercerai atau
melanjutkan hubungannya
dan menyudahi perselingkuhannya itu, akan tetapi suaminya memutuskan untuk
hidup dengan perempuan itu daripada dengan Nina, akhirnya Nina pun berpisah
dengan Varo dan memulai hidup baru bersama anaknya.
Dilain
pihak saat itu Tony
mengalami penyimpangan mental dan harus selalu didampingi oleh psikolog karena
sebuah kecelakaan, Tony yang dulu sempat bertugas
ternyata saat itu dia juga masuk diprogram penerbangan, karena itu diapun mendapat hasil dari program
yang ia jalani saat itu. Dan saat ini ia
merupakan seorang penerbang tempur.
Pada
siang hari saat terik matahari sedang panasnya, nina
berbelanja disebuah pasar dan jaraknya cukup jauh dari rumahnya, nina haus karena udara saat itu sangat panas sekali,
sesekali nina menelan air liurnya untuk meredakan rasa hausnya tetapi hal
tersebut malah membuatnya merasa bertambah haus, karena tidak tahan akan rasa
hausnya, dia pun bergegas untuk mencari sebuah warung terdekat untuk membeli
sebotol minuman. Saat ia menjumpai sebuah warung dan membeli sebotol minuman
segar dia bertemu dengan kekasih masa lalunya, dia adalah Tony yang pada saat
yang sama juga sedang membeli minuman mereka berdua
tidak sengaja bertemu.
“Mas
Tony ya?” Tanya Nina.
Lalu
tony pun menengok dan kaget sambil berkata “Eh, Nina lama tidak bertemu,
bagaimana kabarmu Nin.”
“Aku
baik-baik saja mas.” Jawab Nina sambil menundukkan kepalanya karena malu akan
masa lalunya.
Setelah
lama mereka berpisah dan akhirnya kembali mereka mulai berhubungan lagi. Saat itu nina masuk jenjang S1 di sebuah
universitas dekat tempatnya, setelah S1 dan S2 selesai. pernikahan Nina dan
Varo pun bubar karena sang suami memilih dengan perempuan lain itu, Nina pun
mengambil hak asuh anaknya.
Saat
mengawali kehidupan baru dengan terbebani oleh kedua orang anaknya dan selama 12
tahun dia banting tulang bekerja untuk menghidupi dirinya beserta keluarga
kecilnya, walaupun begitu Nina masih saja
melanjutkan studinya dan masuk di S3
diperguruan tinggi yang sama. Saat
masuk jenjang S3 dia bertemu dengan teman masa kecilnya saat di SD dan SMA, Nina kenal betul tentang
temannya itu serta keluarganya dia bernama Joan. lalu mereka pun bertukar nomer
telepon, Joan selalu bercerita kepada nina akan mimpinya yang ingin menjadi
seorang TNI dan Nina pun selalu mendukungnya, semakin hari hubungan mereka
semakin menjadi, saat Joan masuk TNI, Nina dan Joan pun menikah dan 1 tahun
mereka menikah nina mengetahui bahwa joan berselingkuh dengan perempuan lain,
ketahuan karena kepergok selingkuh oleh nina, joan pun berkata kepada nina
bahwa dia tidak akan mengulanginya lagi, namun pada tahun ke 2 hal tersebut
terulang kembali dan tidak hanya itu lagi-lagi di tahun ke 3 dan 4, nina pun
yang sudah tidak tahan dan tidak sanggup untuk meneruskan pernikahannya. Karena
adanya masa vakum antara nina
dan joan dikarenakan joan berlatarbelakang seorang TNI, maka nina pun membuat
surat pertanyaan dan meminta untuk diceraikan sah secara agama. Jika joan tidak
mau untuk mendatangi surat pernyataan yang dibuat oleh nina, maka joan harus
menyerahkan Hp-nya,
yang artinya nina akan mengetahui semua rahasia yang dimiliki Joan, lalu joan
memilih untuk diceraikan karena tidak ingin nina mengetahui rahasianya. Namun
nina juga sudah dekat dengan anak joan, nina telah berfikir dia juga anaknya.
Namun nina tetap bertahan dengan sandiwaranya dan sudah tidak satu ranjang lagi
dengan Joan. Dan lagi-lagi disaat itu juga Nina bertemu kembali dengan kekesih
masa lalunya yakni Tony, karena nina juga masih memiliki perasaan kepada Tony
dan Tony pun masih mencintai
nina, mereka pun diam-diam berhubungan kembali. Akan tetapi Tony telah beristri, dilain
pihak istri Tony juga melakukan perselingkuhan, walaupun
begitu tony masih bertahan karena takut akan menyakiti dan mengecewakan orang
tuanya yang telah tua, tony tidak memiliki anak karena pada dasarnya Tony masih
mencintai nina, oleh karena itu istri tony memutuskan untuk berselingkuh dengan
laki-laki lain. Lalu
Nina dan Tony pun diner disebuah tempat makan sederhana dan bercerita tentang
pengalaman hidup mereka,
“Bagaimana
pernikahanmu Nin?” tanya Tony.
“Pernikahanku
tidak berjalan seperti apa yang ku inginkan mas.” Jawab Nina.
“Apa
maksudmu itu Nin?.., bukankah kamu telah hidup bahagia bersama anakmu dan suamimu
yang seorang TNI?” tanya Tony lagi.
“Tidak
mas, memang suamiku seorang TNI dan kami berkecukupan, tetapi semua tidak
seindah apa yang dilihat orang lain. Suamiku berkali-kali berkhianat kepadaku,
dia berselingkuh dengan perempuan lain dibelakangku.” Jawab Nina dengan mata
yang sedikit berkaca kaca.
“Ya
Tuhan!, benarkah hal itu?, kenapa kamu masih bertahan?” tanya Tony dengan raut
muka yang sedikit prihatin.
“Karena
aku kasihan dengan anak anak mas, aku tidak mau mereka mengikuti jejak ayah dan
ibunya yang sering ganti pasangan.” Jawab Nina.
“Aku
tahu apa yang kamu rasakan saat ini Nin, karena kita sama. Aku juga bernasib
sama seperti dirimu nin.” Kata tony dengan perasaan yang sedih.
Setelah
mereka selesai diner dan kembali kerumah masing masing, mereka berdua memutuskan
untuk saling berhubungan walaupun mereka masih memiliki status.
Pada
akhirnya mereka semua tetap mempertahankan status pernikahan mereka dan hidup
dengan bersandiwara. Nina bersuami tetapi berhubungan dengan Tony, sementara Joan
sendiri adalah suami nina namun seringkali berselingkuh dengan perempuan lain,
dan istri tony yang memilih untuk berselingkuh dengan laki-laki lain. Dari
cerita tersebut alangkah baiknya jika kita sedang mengambil sebuah keputusan
hendaknya berfikir matang terlebih jika hal tersebut menyangkut masa depan kita
dan inti dari semuanya adalah kita harus menanamkan sikap jujur pada diri kita
dan kesetiaan kepada pasangan kita.

Follow me on IG : raka_luvvi97
BalasHapus